DPC PPWI TANAH BUMBU PERIODE 2011-2016 > Dewan Pembina/Penasehat > dr. HM. Zairullah Azhar, MSc / Prof. DR. Arief Amrullah, SH, M.Hum / H. Rahmida, SE / Mahyudi Djinggo - Dewan Pengurus : > Imi Suryaputera (Ketua), Imran AH (Wkl Ketua), Eko Sulaksono (Sekretaris), M. Ilham, Z (Bendahara), Bidang & Biro : > Rudi Hartono (Hukum & Advokasi), Rahman (Sekretariat & Organisasi), Agus Kistiyanto (Pendidikan & Litbang), Dede Armansyah (Usaha & Keuangan), Azhar (Koordinator Humas & Publikasi), M. Noor (Humas & Publikasi)

Penerjemah Bahasa

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Honda Kamu Merk-nya Apa?

Para orangtua kami di kampung dulu hanya mengenal 1 merk sepeda motor. Pertanyaan-pertanyaan ini selalu muncul, “kamu naik mobil atau naik Honda ?”, atau “Honda kamu merk-nya apa ?”

Padahal seingat saya waktu itu di era 1970-an, yang namanya sepeda motor terdiri dari berbagai merk. Tapi di kampung kami tahunya sepeda motor itu cuma Honda.

Nyontek Massal Sudah dari Dulu

Urusan nyontek massal pada saat mengikuti Ujian Nasional (dulu namanya EBTANAS), saya punya pengalaman tersendiri saat mengikuti EBTANAS di sebuah SMA di kampung kelahiran saya nun jauh di bagian tenggara Pulau Kalimantan.

Saat itu tahun 1986, SMA dimana saya bersekolah merupakan sekolah swasta yang mengikuti EBTANAS di sebuah sekolah negeri di ibukota kabupaten yang jaraknya dari sekolah kami mesti ditempuh dengan menyeberangi sebuah selat dengan alat transportasi air sejauh sekitar 15 mil laut.

Kamis, 23 Juni 2011

Halo SBY, Kapan Kasus Rudy Arifin, Gubernur Kalsel Jadi Perhatianmu ?

Rudy Arifin
Berita menjadi tersangkanya Gubernur Kalimantan Selatan 2 periode yang masih aktif sebagai Gubernur hingga hari ini, sempat membuat masyarakat Kalsel terperangah sebentar, kemudian hilang seperti kabut yang sering melanda wilayah Kota banjarmasin dan sekitarnya saat musim kemarau.

Buntut Tenggelamnya PM Martasiah: Penting Mana, Cagar Alam atau Jembatan?

Peristiwa tenggelamnya Perahu Motor (PM) Martasiah B-II yang melakukan pelayaran dari pelabuhan panjang Kotabaru menuju Geronggang pada 6 Juni 2011 lalu, menewaskan penumpangnya 29 orang.

Ironisnya diantara seluruh penumpang yang berjumlah 105 orang (menurut keterangan Nakhoda), hanya 22 orang yang terdaftar di manifest.

Segel Tanah Si Pembuat Masalah

Membaca dari banyak pemberitaan media, serta melihat banyak dan seringnya realitas yang terjadi di masyarakat, permasalahan penguasaan atau kepemilikan tanah maupun lahan di banyak wilayah di Kalimantan Selatan, sangat memprihatinkan.

Permasalahan tanah maupun lahan tak jarang menuai persengketaan yang berujung kepada tindakan kekerasan baik secara perorangan maupun kelompok, malahan sampai ada yang menggunakan jasa para preman jika tanah atau lahan yang disengketakan itu luas dan mengandung deposit mineral tambang, terutama batubara dan bijih besi, atau setidaknya dapat dijual kepada perusahaan perkebunan dengan harga yang lumayan cukup tinggi.

Sabtu, 11 Juni 2011

Masih Banyak Wartawan Yang Plagiat

Plagiat adalah suatu tindakan meniru atau menjiplak hasil karya orang lain berupa apa saja. Pelaku plagiat disebut Plagiator, atau Penjiplak.
Istilah ini lebih dikenal di kalangan profesi yang terkait tulis menulis, atau lazimnya karya yang mengandalkan dan berasal dari intelektualisme.

Tindakan plagiat tampaknya masih banyak dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai jurnalis atau wartawan ; apakah menjiplak tulisan, berita, atau berupa foto maupun video, yang istilahnya adalah copas (copy paste).

Senin, 30 Mei 2011

Saatnya Menanggalkan Bahasa Sanskerta Dari Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang setiap saat berinovasi. Perkembangan Bahasa Indonesia selalu mengalami kemajuan, baik dari pengucapan maupun tulisan. Yang membuat perkembangan Bahasa ini tidak saja dilakukan oleh para pengguna maupun pemakainya, tetapi dibantu oleh media massa baik cetak maupun elektronik.

Jumat, 27 Mei 2011

Menggali PAD Dari Pungutan Sumbangan

Pendapatan Asli Daerah (PAD) biasanya diperoleh suatu daerah melalui Pemerintah Daerah (Pemda) dengan jalanmemungut retribusi dari berbagai sektor.
Namun kiranya ada cara lain selain melalui jalan penarikan retribusi, yakni dengan memberlakukan sumbangan terhadap pihak lain, dalam hal ini para pengusaha yang kegiatan usahanya sangat menguntungkan, misalnya pengusaha di bidang pertambangan.

Jumat, 20 Mei 2011

Indonesia Negara Tergoblok Se Dunia ?

Tambang Freeport
PT. Freeport milik perusahaan Amerika di Papua sejak dibuka hingga sekarang diduga telah memproduksi tembaga sebanyak 7,3 juta ton, kemudian emas sebanyak 724,7 juta ton. Hasil produksi emas ini bila dijual dan diuangkan, anggap saja harga emas rata-rata Rp. 300.000 per gram, maka hasilnya adalah : 724,7 juta ton emas atau 724.700.000.000.000 gram x Rp. 300.000,- hasilnya yakni = Rp. 217.410.000.000.000.000.000,- atau Rp. 217.410.000 TRILYUN (jadi susah nih nyebutnya). Ini belum termasuk harga tembaga. Celakanya Indonesia hanya memperoleh 1 persen dari hasil eksploitasi tambang PT. Freeport ini, sedangkan 99 persen hasilnya diangkut ke Amerika.
Indonesia benar-benar telah dibodohi mentah-mentah oleh Amerika yang kapitalis itu (kok mau, ya).

Nah, ketika cadangan tembaga dan emas mulai menipis, di kedalaman sekitar 400 meter di bawahnya, ditemukan cadangan mineral yang harganya 100 kali lipat dari harga emas, yaitu deposit Uranium yang merupakan bahan baku untuk menciptakan tenaga nuklir setelah dirubah menjadi Plotunium.
Bila cadangan deposit Uranium inipun nantinya tetap dikelola oleh perusahaan Amerika itu, maka Indonesia pantas mendapat julukan Negara paling goblok se dunia (jadi saingan Udin se dunia, hehehe).


Dari : berbagai sumber

Rabu, 18 Mei 2011

"Segel Tanah" Si Pembuat Masalah

Membaca dari banyak pemberitaan media, serta melihat banyak dan seringnya realitas yang terjadi di masyarakat, permasalahan penguasaan atau kepemilikan tanah maupun lahan di banyak wilayah di Kalimantan Selatan, sangat memprihatinkan.
Permasalahan tanah maupun lahan tak jarang menuai persengketaan yang berujung kepada tindakan kekerasan baik secara perorangan maupun kelompok, malahan sampai ada yang menggunakan jasa para preman jika tanah atau lahan yang disengketakan itu luas dan mengandung deposit mineral tambang, terutama batubara dan bijih besi, atau setidaknya dapat dijual kepada perusahaan perkebunan dengan harga yang lumayan cukup tinggi.

Minggu, 08 Mei 2011

Lupa Janji Setelah Jadi Bupati; Bikin Kebijakan Tak Populis

www.kompasiana.com/imizona
Pergantian Kepala Daerah, Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sejak Agustus 2010 lalu, belum menampakkan perubahan berarti bagi kabupaten yang baru berusia 8 tahun ini.
Yang tampak di berbagai tempat di wilayah Tanah Bumbu adalah kerusakan badan jalan, belum tampak pula upaya perbaikan yang dapat mengundang simpati dan menyenangkan hari masyarakat.
Hampir rata-rata anggota masyarakat berpendapat senada, Kepala Daerah hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kroninya ketimbang memikirkan perubahan dan peningkatan pembangunan struktur dan infrastruktur yang vital bagi kepentingan masyarakat luas.

Selasa, 03 Mei 2011

Insentif Untuk Wartawan, Bolehkah ?

Dari sekian banyak wartawan di negeri ini, terkecuali yang bekerja di perusahaan media yang bonafit dan terkenal yang memperoleh gaji tetap dengan berbagai fasilitas dan tunjangan, selebihnya merupakan wartawan yang tidak digaji.

Wartawan tak digaji ?
Percaya atau tidak, tapi ini merupakan realita yang benar-benar terjadi di banyak perusahaan media di negeri ini. Wartawan yang tidak digaji, hanya dibekali dengan legalitas berupa surat tugas sebagai wartawan, serta ID Card (kartu pers), yang diasumsikan sebagai semacam senjata untuk memperoleh penghasilan sendiri ; mengintimidasi, mengancam, bahkan tak jarang memeras pihak lain yang dianggap memiliki kesalahan untuk kemudian ditukar (bargaining) dengan sejumlah materi sebagai konpensasi berita tak muncul di media.

Minggu, 01 Mei 2011

Lambannya Kucuran Konpensasi PT. TIA Ke Pemilik Lahan

Hingga kini para pemilik lahan yang digarap PT. Tunas Inti Abadi (TIA) di Desa Sebamban Baru Kecamatan Sei Loban Kabupaten Tanah Bumbu untuk pertambangan, belum juga menerima hak mereka.
Padahal tuntutan konpensasi atas digarapnya lahan mereka oleh perusahaan pertambangan batubara itu, sebesar Rp. 6 milyar sudah dikucurkan oleh pihak perusahaan ke rekening pribadi milik Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming. Entah kendala apa lagi sehingga uang hak warga itu masih betah mengendap di rekeing Bupati.

Sabtu, 30 April 2011

Menyorot Kader Partai Demokrat Yang Mangkir Dari DPRD Kotabaru

Ketua DPD Partai Demokrat Propinsi Kalimantan Selatan, yang juga adalah Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Alamsyah, ST, kini tak tampak lagi batang hidungnya di gedung DPRD Kotabaru yang berseberangan dengan kantor Bupati Kotabaru.

Ketidak munculan wakil rakyat daerah ini sudah memakan waktu lama sejak kekalahannya di Pemilukada Kotabaru. Alamsyah yang berpasangan dengan Abdul Haris dalam perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru, kalah dari pasangan Irhami Ridjani dan Rudi Suryana.
Alamsyah sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kotabaru, adalah menduduki jabatan Ketua, namun dikarenakan suara Partai Demokrat dalam Pemilu lalu dikalahkan oleh perolehan suara dari Partai Golongan Karya, posisi Ketua DPRD Kotabaru pun bergeser.

Selasa, 26 April 2011

Klaim Batas Wilayah Karena Deposit Tambang


 Batas wilayah Tanah Bumbu
Kabupaten Tanah Bumbu kembali mengalami kehilangan sebagian wilayahnya. Yang sedang hangat dibicarakan oleh warga Tanah Bumbu akhir-akhir ini adalah mengenai hilangnya ribuan hektar wilayah Desa Sei Cuka Kecamatan Satui, wilayah desa yang menjadi batas antara Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Tanah Laut.
Sebelumnya Tanah Bumbu juga kehilangan wilayah di perbatasan dengan Kabupaten Banjar. 

Minggu, 17 April 2011

Kemana “sense of crisist” Para Pejabat ?


 Warga tanami jalan umum yang hancur
Para pejabat di negeri ini, di berbagai pelosok negeri, tampaknya kebanyakan sudah sangat menipis rasa empatinya dan “sense of crisist”, ikut merasakan penderitaan rakyat.
Ambil contohnya rencana pembangunan gedung DPR RI yang baru dengan anggaran sebesar Rp. 1,123 Trilyun rupiah. Sementara di banyak pelosok negeri ini masih banyak rakyat yang miskin, kekurangan pangan dan sandang, tanpa pekerjaan yang layak, serta tanpa tempat tinggal yang layak pula.

Sabtu, 16 April 2011

Dunia Pers Dan Jurnalistik Tak Perlu Turut Campur Tangan Pemerintah


Memaknai peringatan Hari Pers Nasional tahun 2011, semestinya dengan peningkatan berbagai kualitas yang sudah dicapai dalam berbagai fakta dan realita pada aktivitas pers dan jurnalistik.
Aktivitas dan pencapaian yang tidak saja sehat, tapi juga independensi.

Kamis, 14 April 2011

Membahas Pungutan SP-3, Kenapa Harus Di Hotel ?

foto : ilustrasi
Sekarang ini banyak pertemuan, rapat, seminar, dan sejenisnya dilaksanakan di sebuah hotel, yang berkelas pula, hotel berbintang yang tentunya sewa tempatnya cukup mahal.

Sebenarnya tidak ada masalah. Yang kemudian menjadi masalah dan patut dipertanyakan adalah bilamana pertemuan atau rapat tersebut dilakukan oleh sebuah institusi atau lembaga pemerintahan, yang mana setiap aktivitasnya dibiayai oleh duit rakyat.

Senin, 11 April 2011

Perda Nomor 03/2008, Perda Akal-akalan Yang Sarat Kepentingan Pribadi


Oleh : Imi Suryaputera*


foto : kalimantanpost
Sejak awal dibuat dan kemudian diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Kalimantan Selatan Nomor 03 Tahun 2008 Tentang Larangan Pengangkutan Hasil Tambang dan Kebun menggunakan jalan umum, banyak pihak apriori dan pesimis.
Apalagi munculnya Perda tersebut menjelang akan berakhirnya jabatan Gubernur Kalsel, Rudy Arifin yang berniat akan mencalonkan diri lagi.

Kamis, 07 April 2011

Quo Vadis Dengan Kesepakatan Tata Batas Tanah Bumbu-Tanah Laut ?


Oleh : Imi Suryaputera, Ketua DPC PPWI Tanah Bumbu


Akhir-akhir ini banyak dibicarakan mengenai masalah perbatasan antara Kabupaten Tanah Bumbu dengan Tanah Laut. Meskipun pembicaraan tersebut hanya pada lingkup masyarakat yang terbatas. Tapi kiranya permasalahan itu tampaknya sangat perlu diketahui umum, terutama warga Kabupaten Tanah Bumbu.
Warga Tanah Bumbu khusunya yang tinggal di Desa Sei Cuka Kecamatan Satui, yang mana wilayah desanya hilang sekitar 1.200 Hektar menjadi milik desa tetangganya yang bernama sama Sei Cuka, patut tahu dan bereaksi sebagai sekumpulan warga yang menerima langsung dampaknya.