DPC PPWI TANAH BUMBU PERIODE 2011-2016 > Dewan Pembina/Penasehat > dr. HM. Zairullah Azhar, MSc / Prof. DR. Arief Amrullah, SH, M.Hum / H. Rahmida, SE / Mahyudi Djinggo - Dewan Pengurus : > Imi Suryaputera (Ketua), Imran AH (Wkl Ketua), Eko Sulaksono (Sekretaris), M. Ilham, Z (Bendahara), Bidang & Biro : > Rudi Hartono (Hukum & Advokasi), Rahman (Sekretariat & Organisasi), Agus Kistiyanto (Pendidikan & Litbang), Dede Armansyah (Usaha & Keuangan), Azhar (Koordinator Humas & Publikasi), M. Noor (Humas & Publikasi)

Penerjemah Bahasa

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2011

Masih Banyak Wartawan Yang Plagiat

Plagiat adalah suatu tindakan meniru atau menjiplak hasil karya orang lain berupa apa saja. Pelaku plagiat disebut Plagiator, atau Penjiplak.
Istilah ini lebih dikenal di kalangan profesi yang terkait tulis menulis, atau lazimnya karya yang mengandalkan dan berasal dari intelektualisme.

Tindakan plagiat tampaknya masih banyak dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai jurnalis atau wartawan ; apakah menjiplak tulisan, berita, atau berupa foto maupun video, yang istilahnya adalah copas (copy paste).

Sabtu, 04 Juni 2011

Proses Pembuatan Berita (II)

Setelah segala bahan untuk pemberitaan terkumpul, mulailah untuk menyusunnya menjadi sebuah berita yang layak untuk dibaca.

Anda dapat membuat semacam draft, menyusun pertanyaan sesuai dengan syarat standar jurnalistik yakni ;
-          APA (what), maksudnya apa yang terjadi ; peristiwa yang patut untuk diketahui umum misalnya kejadian tindakan melawan hukum, pertemuan akbar, bencana alam, kecelakaan, kegiatan pemerintahan, dan lainnya.

Rabu, 20 April 2011

Pers Jangan Jadi Pengemis


 Wina Armada S
Kalau masih ada wartawan meminta-minta kepada kepala daerah, mereka dapat dikategorikan sebagai orang miskin atau cacat yang dipelihara pemerintah.
-- Anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi


Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Wina Armada Sukardi mengingatkan para wartawan, perusahaan pers, dan organisasi pers untuk tidak "mengemis" atau meminta-minta kepada kepala daerah demi menjaga independensi.

Senin, 18 April 2011

Tiap Orang Dapat Menjadi Pelaku Jurnalistik


Sengaja saya memakai istilah Pelaku Jurnalistik ketimbang kata “wartawan” agar cakupannya lebih luas. Karena sebutan  Pelaku Jurnalistik menyangkut kegiatan yang tidak saja identik dengan 1 jenis media, namun seluruh jenis dengan berbagai saluran dan wahana. Dan disini saya mengulas saluran atau wahana media yang sedang trend, dan mulai menggeser wahana konvensional, yakni wahana media maya, atau lebih dikenal dengan sebutan cybermedia, dunia maya, online, internet.

Rabu, 13 April 2011

Memaknai Peringatan Hari Pers Nasional

Kehadiran Pers di tengah-tengah rakyat negeri ini tak pelak lagi diakui memiliki kontribusi yang tak dapat disepelekan apalagi dinafikan.
Hari ini tiap insane Pers kembali mengingat perjalanan sejarah Pers di negeri ini yang keberadaannya jauh sebelum negeri ini merdeka.

Sabtu, 09 April 2011

Kemerdekaan Pers dan Kebebasan Informasi Publik

Bagir Manan
Oleh : Bagir Manan


WAYNE Overbeck dan Genelle Belmas menuliskan dalam buku mereka, Major Principles of Media Law, yang terbit pada 2010, kemerdekaan memperoleh informasi merupakan perjuangan paling sakit dan sangat banyak menimbulkan luka. Ini perjuangan paling melelahkan di antara berbagai macam persoalan hukum yang dihadapi pers.

Cermin Retak Kemerdekaan Pers

Oleh : Agus Sudibyo, Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers


Di Tual, Maluku Tenggara, kontributor Sun TV tewas teraniaya saat meliput bentrok antarwarga.

Di Merauke, wartawan Merauke TV ditemukan tewas mengambang di sebuah sungai setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya. Hasil otopsi menunjukkan adanya indikasi penganiayaan. Di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, seorang wartawan mendapatkan teror akibat berita yang ditulisnya tentang pembalakan liar. Di Tangerang, wartawan Global TV dan Indosiar diancam akan dibakar hidup-hidup ketika sedang meliput kasus pencemaran lingkungan oleh sebuah pabrik.

Minggu, 03 April 2011

Wartawan Juga Manusia, Bukan Makhluk Can Do No Wrong

Wartawan atau Pewarta bukanlah sejenis makhluk apalagi momok yang perlu diwaspadai dan ditakuti. Mereka pada dasarnya tak lebih dari manusia biasa yang sama dengan lainnya, hanya saja profesi dan pekerjaan yang membedakan mereka.

Kamis, 31 Maret 2011

Kode Etik Jurnalistik

Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.
Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:

Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Penafsiran
a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

Rabu, 30 Maret 2011

18 Sikap Wartawan

Oleh: Stanley, Wartawan senior, pendiri sekaligus anggota Majelis Etik, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan kini bekerja sebagai Direktur Institut Studi Arus Informasi (ISAI)
--------------------------------------------------------------------------

Semua wartawan senior pada umumnya hidup dengan sejumlah nilai-nilai yang dipercaya bisa menjaga profesionalisme yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Kecuali wartawan `bodrex', semua wartawan memang hidup dengan nilai-nilai yang ketat. Ada berbagai aturan, etika, dan tatalaku yang umumnya harus dipenuhi. Misalnya, selain etika jurnalistik yang dianut dalam organisasi, ada juga peraturan
perusahaan di tempat mereka kerja.
Apa sih nilai-nilai yang perlu dijaga seorang wartawan untuk mempertahankan profesionalitasnya? Berikut adalah 18 sikap wartawan yang merupakan pedoman profesi, sekaligus nilai-nilai yang harus dipertahankan dalam bekerja.

1. Wartawan sebagai panggilan hidup. Hidup sebagai wartawan adalah hidup yang total, yaitu menyerahkan diri secara penuh untuk mengabdi pada kepentingan orang lain. Pekerjaan seorang wartawan menuntut
setiap saat dirinya berada di suatu tempat, kapan, dan di mana saja, tanpa pandang bulu.

Wadah Dan Organisasi Wartawan


Seperti halnya profesi lainnya semisal dokter, advokat, pengacara, kontraktor, dan lainnya, wartawan juga memiliki organisasi, persatuan maupun himpunan profesi. Namun wadah profesi itu tak hanya satu melainkan banyak. Pilihan organisasi profesi oleh wartawan tergantung dari kebijakan perusahaan media yang bersangkutan dimana wartawan tersebut bekerja. Tapi ada pula perusahaan media yang membebaskan para wartawannya untuk bergabung atau ikut dengan organisasi profesi yang dipilih dan disukainya.

Citizent Journalist, Si Pewarta Warga


Di era dimana peralatan komunikasi dan informatika sudah semakin canggih, setiap orang dengan mudah dapat menjadi seorang Pewarta, yang tidak lain adalah juga merupakan jenis dari Wartawan. Mungkin masih agak asing di kuping setiap orang yakni satu “makhluk” yang dinamakan atau disebut “citizen journalist” atau bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “Pewarta Warga.”

Minggu, 27 Maret 2011

Wartawan Dan Sejenisnya

Oleh : Imi Suryaputera (Ketua PPWI DPC Tanah Bumbu)

 foto : ilustrasi
Sebutan "wartawan" tentu tak asing lagi bagi setiap orang, karena sebutan ini hampir selalu terdengar setiap saat, setiap hari.

Wartawan, diketahui setiap orang sebagai profesi yang berhubungan dan terkait dengan urusan pemberitaan ; mencari, mengumpulkan, dan menerbitkan berita. Seseorang yang berprofesi sebagai wartawan identik dengan berbagai peralatan ; kamera, alat perekam, buku notes, alat tulis, yang kemudian bertambah seiring kemajuan teknologi dengan diperlengkapi laptop atau notebook yang disatukan didalam ransel. Namun banyak pula diantara wartawan yang karena ingin praktis, mereka memanfaatkan peralatan IT yang cukup canggih untuk menyatukan berbagai peralatan kamera, camcorder (perekam gambar), alat perekam suara (voice recorded), alat tulis elektronik (laptop/notebook), dan pengirim audio visual dengan menggunakan gadget berupa smart phone atau telpon pintar, yang mana dengan menggunakan 1 alat dapat mengganti fungsi beberapa alat.

Selasa, 22 Maret 2011

Proses Pembuatan Berita (II)

Oleh : Imi Suryaputera

Sebelum memulai menulis berita dengan bahan dan informasi yang sudah didapatkan, sebaiknya diketahui berbagai hal, antara lain ;

(1). Unsur 5 W + 1 H, ini singkatan dari rumus yaitu, What = Apa, Who = Siapa, Why = Kenapa/mengapa, Where = Dimana, dan When = Kapan/pabila, serta How = Bagaimana/berapa.
Setiap berita yang ditulis “wajib” memenuhi unsur 5 W + 1 H diatas, tak ada pengecualian. Kekurangan dari salah satu unsur tersebut, maka isi berita belum sempurna, dan belum layak untuk diterbitkan.

Sabtu, 19 Maret 2011

Proses Pembuatan Berita (I)


Oleh : Imi Suryaputera (Anggota PPWI)

Panduan dan petunjuk ini saya peruntukkan bagi wartawan atau pewarta pemula. Kalaupun ini juga bisa berguna buat siapa saja yang ingin mengetahui tentang jurnalistik, adalah suatu apresiasi bagi saya.