![]() |
| Rudy Arifin |
Penerjemah Bahasa
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Juni 2011
Halo SBY, Kapan Kasus Rudy Arifin, Gubernur Kalsel Jadi Perhatianmu ?
Terkait Dugaan Korupsi, Kejari Batulicin Tanah Bumbu Tahan 2 Pejabat Pemkab
| Kepala Dinas Tata Bangunan & Pasar Tanah Bumbu, Achmad Parhan saat ditahan Kejari Batulicin |
Label: Opini, Edukasi, Release
News
Buntut Tenggelamnya PM Martasiah: Penting Mana, Cagar Alam atau Jembatan?
Peristiwa tenggelamnya Perahu Motor (PM) Martasiah B-II yang melakukan pelayaran dari pelabuhan panjang Kotabaru menuju Geronggang pada 6 Juni 2011 lalu, menewaskan penumpangnya 29 orang.
Ironisnya diantara seluruh penumpang yang berjumlah 105 orang (menurut keterangan Nakhoda), hanya 22 orang yang terdaftar di manifest.
Sabtu, 21 Mei 2011
Perlindungan Terhadap Wartawan Masih Lemah
-UU Pers Belum Dijadikan Acuan Untuk Kasus Terkait Kegiatan Pers Dan Jurnalistik
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menilai hingga saat ini perlindungan terhadap wartawan masih lemah, hal ini terlihat dari masih banyaknya kasus kriminalisasi yang dialami insan pers. Selama tahun 2010 terjadi sebanyak 66 kasus kriminalisasi terhadap wartawan dan diperkirakan pada tahun 2011 terus meningkat karena hingga bulan Mei saja telah mencapai 33 kasus.
Demikian yang diungkapkan Direktur Eksekutif LBH Pers, Hendrayana, di Banyumas, Sabtu (21/5/2011) dalam acara Diskusi Advokasi Jurnalistik yang diselenggarakan Paguyuban Wartawan Purwokerto (Pawarto) di Baturaden Adventure Forest (BAF), Baturaden, Banyumas.
Label: Opini, Edukasi, Release
News
Dewan Pers Enggan Ajukan Revisi UU Pers
![]() |
| Bagir Manan |
Label: Opini, Edukasi, Release
News
PPWI Terus Melakukan Gebrakan Di Sumatera
Setelah sukses menggelar seminar internasional di Padang Panjang, Siak, dan Sawahlunto, PPWI terus meningkatkan intensitas gebrakannya di Pulau Sumatra. Kali ini Kota Pekanbaru yang jadi target operasi.
Seminar digelar pada bulan Mei 2011 ini bertajuk, Guru Kreatif, Menuju Pendidikan Berkualitas Internasional. Sebuah seminar berbasis guru dan pelaku pendidikan. Sebuah upaya peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak maju-mundurnya dunia pendidikan di nusantara ini.
Yerwinda Lalengke, sekretaris panitia penyelenggara mengatakan, seminar pendidikan ini diselenggarakan atas kerjasama antara PPWI dan lembaga Mahasiswa Kreatif, sebuah perkumpulan mahasiswa di Kota Bertuah itu. Gedung Pustaka Wilayah Riau, Soeman HS, dipilih menjadi tempat digelarnya seminar itu.
Yerwinda Lalengke, sekretaris panitia penyelenggara mengatakan, seminar pendidikan ini diselenggarakan atas kerjasama antara PPWI dan lembaga Mahasiswa Kreatif, sebuah perkumpulan mahasiswa di Kota Bertuah itu. Gedung Pustaka Wilayah Riau, Soeman HS, dipilih menjadi tempat digelarnya seminar itu.
Label: Opini, Edukasi, Release
News
Jumat, 20 Mei 2011
Indonesia Negara Tergoblok Se Dunia ?
![]() |
| Tambang Freeport |
PT. Freeport milik perusahaan Amerika di Papua sejak dibuka hingga sekarang diduga telah memproduksi tembaga sebanyak 7,3 juta ton, kemudian emas sebanyak 724,7 juta ton. Hasil produksi emas ini bila dijual dan diuangkan, anggap saja harga emas rata-rata Rp. 300.000 per gram, maka hasilnya adalah : 724,7 juta ton emas atau 724.700.000.000.000 gram x Rp. 300.000,- hasilnya yakni = Rp. 217.410.000.000.000.000.000,- atau Rp. 217.410.000 TRILYUN (jadi susah nih nyebutnya). Ini belum termasuk harga tembaga. Celakanya Indonesia hanya memperoleh 1 persen dari hasil eksploitasi tambang PT. Freeport ini, sedangkan 99 persen hasilnya diangkut ke Amerika.
Indonesia benar-benar telah dibodohi mentah-mentah oleh Amerika yang kapitalis itu (kok mau, ya).
Nah, ketika cadangan tembaga dan emas mulai menipis, di kedalaman sekitar 400 meter di bawahnya, ditemukan cadangan mineral yang harganya 100 kali lipat dari harga emas, yaitu deposit Uranium yang merupakan bahan baku untuk menciptakan tenaga nuklir setelah dirubah menjadi Plotunium.
Bila cadangan deposit Uranium inipun nantinya tetap dikelola oleh perusahaan Amerika itu, maka Indonesia pantas mendapat julukan Negara paling goblok se dunia (jadi saingan Udin se dunia, hehehe).
Dari : berbagai sumber
Kamis, 19 Mei 2011
Atmakusumah: Jangan Penjarakan Wartawan
![]() |
| Wawancara terhadap Narasumber |
Bila hal itu tidak terwujud, kata Atmakusumah dalam sesi terakhir Lokakarya Peliputan Pers di Wilayah Konflik di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (19/5/2011) lalu, akan menyulitkan ruang gerak wartawan dan bagi mereka yang memberikan pendapat ataupun mengkritisi kebijakan pemerintah.
Label: Opini, Edukasi, Release
News
Senin, 02 Mei 2011
Tingkat Kebebasan Pers Indonesia Tak Alami Kemajuan
Laporan Vina Mubtadi, VOA Indonesia di Washington DC
Meskipun Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, namun menurut Freedom House, hal itu tidak tercermin pada kebebasan persnya.
Tingkat kebebasan pers Indonesia belum mengalami kemajuan, demikian menurut data terbaru yang dikeluarkan organisasi Freedom House. Indonesia menempati posisi ke 108 tahun 2010, turun sedikit dari posisi 107 setahun sebelumnya. Ini berarti pers di Indonesia belum bebas sepenuhnya, demikian kesimpulan dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Newseum Washington DC hari Senin (2/5).
Para pengunjung museum berita Newseum di Washington DC menyaksikan bahwa dunia telah berubah. Perubahan itu terlihat pada peta kebebasan pers dunia selebar hampir sebelas meter yang dipasang di salah satu galeri tersebut. Peta itu menunjukkan tingkat kebebasan pers - baik media cetak, elektronik maupun internet- di hampir 200 negara di dunia.
Negara yang persnya dinyatakan bebas, ditandai dengan warna hijau di peta. Negara yang persnya tidak bebas, diberi warna merah. Dan jika persnya bebas sebagian, negara itu ditandai dengan warna kuning, seperti Indonesia.
Meskipun Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, namun menurut Freedom House, hal itu tidak tercermin pada kebebasan persnya.
![]() |
Vina Mubtadi/VOAKarin Karlekar, Periset Senior dan Managing Editor Lembaga Freedom House. |
Para pengunjung museum berita Newseum di Washington DC menyaksikan bahwa dunia telah berubah. Perubahan itu terlihat pada peta kebebasan pers dunia selebar hampir sebelas meter yang dipasang di salah satu galeri tersebut. Peta itu menunjukkan tingkat kebebasan pers - baik media cetak, elektronik maupun internet- di hampir 200 negara di dunia.
Negara yang persnya dinyatakan bebas, ditandai dengan warna hijau di peta. Negara yang persnya tidak bebas, diberi warna merah. Dan jika persnya bebas sebagian, negara itu ditandai dengan warna kuning, seperti Indonesia.
Label: Opini, Edukasi, Release
News
Rabu, 20 April 2011
Pers Jangan Jadi Pengemis
![]() |
| Wina Armada S |
-- Anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi
Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Wina Armada Sukardi mengingatkan para wartawan, perusahaan pers, dan organisasi pers untuk tidak "mengemis" atau meminta-minta kepada kepala daerah demi menjaga independensi.
Senin, 28 Maret 2011
Pesantren Jawa & Madura Haramkan Tayangan Uya Emang Kuya dan Hudson
TRENGGALEK (voa-islam.com) - Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa-Madura pada hari Kamis (24/03/2011) kembali menggelar bahtsul masa’il atau pembahasan sejumlah masalah yang menjadi perhatian masyarakat.
Dalam forum yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Dusun Jajar, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Trenggalek tersebut Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa-Madura mengeluarkan beberapa keputusan diantaranya mengharamkan tayangan hipnotis 'Uya Emang Kuya' dan juga mengharamkan artis yang memerankan jenis kelamin yang berbeda, seperti peran yang dilakoni Hudson dalam Indonesia Mencari Bakat (IMB).
Dalam forum yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Dusun Jajar, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Trenggalek tersebut Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa-Madura mengeluarkan beberapa keputusan diantaranya mengharamkan tayangan hipnotis 'Uya Emang Kuya' dan juga mengharamkan artis yang memerankan jenis kelamin yang berbeda, seperti peran yang dilakoni Hudson dalam Indonesia Mencari Bakat (IMB).
Label: Opini, Edukasi, Release
News
Langganan:
Postingan (Atom)









